Beberapa hari ini ada dua berita yang banyak dibahas di Indonesia. Yang
pertama adalah berita tentang Presiden RI dan beberapa menteri yang
telpon pribadinya disadap oleh pemerintah Australia. Dan yang kedua
adalah berita yang nggak kalah penting, yaitu berita tentang perceraian
Ayu Tingting. Di postingan kali ini gue nggak akan ngebahas Ayu
Tingting. Gue nggak mau postingan gue kali ini jadi terlihat seperti
curhatan ibu-ibu yang setiap harinya haus akan berita gosip. Untuk saat
ini, gue lebih tertarik ngebahas berita tentang penyadapan yang
dilakukan pemerintah Austaralia.
Jujur sampai saat ini gue masih bertanya-tanya, kira-kira apa motivasi
Australia menyadap telpon pribadi presiden. Gue terus mengikuti
perkembangan beritanya. Ternyata, bukan cuma telpon presiden yang
disadap. Telpon ibu negera, wakil presiden, dan beberapa menteri juga
disadap. Seperti ada sesuatu yang dicari Australia dari Indonesia. Gue
yakin itu pasti hal penting. Mudah-mudahan apa yang dicari Australia
bukan tentang informasi perceraian Ayu Tingting.
Setelah merenung diatas menara sutet dan melakukan sholat istiqarah,
akhirnya gue tau apa motivasi Australia menyadap Indonesia. Ada
kemungkinan mereka sedang meneliti sebuah problematika di kalangan
pemuda-pemuda harapan bangsa yang dari dulu hingga saat ini masih tetap
menjadi fenomena tanpa solusi. Probelamtika itu adalah tentang status
kakak-adekan.
Australia menyadap Indonesia untuk melakukan penelitian terhadap
fenomena status kakak-adekan yang sering terjadi di Indonesia. Alasannya
mungkin karena status kakak-adekan sudah menjadi semacam budaya baru
yang dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Hal
itu kemudian membuat Australia melakukan penyadapan, dengan tujuan,
mempelajari budaya baru yang dimiliki Indonsia supaya kelak budaya
tersebut bisa diterapkan di negaranya. Sampai saat ini, itu alasan yang
lebih masuk akal ketimbang alasan mencari informasi tentang perceraian
Ayu Tingting.
Ya itu sih cuma tebakan gue aja. Karena nggak ada yang tau apa motivasi
Australia yang sebenarnya. Bahkan presiden sendiri pun masih belum tau.
Beberapa jam yang lalu, gue sempat nonton pidato presiden perihal
responnya terhadap kasus penyadapan itu. Ternyata respon presiden adalah
"...nanti malam saya akan mengirim surat untuk Tony Abbot (PM
Australia)". Ini semakin membuat gue bingung. Bayangin, dua lelaki gagah
perkasa, saling kirim-mengirim surat. Malem-malem pula. Entah apa isi
surat yang ditulis presiden. Tapi kalo menurut gue, isi surat itu
mungkin tentang informasi terbaru mengenai berita perceraian Ayu
Tingting.
Setelah penyadapan yang dilakukan Australia terbongkar, Tony Abbot
enggan meminta maaf kepada Indonesia. Kayaknya sih dia gengsi buat minta
maaf duluan. Ya kayak cewek yang lagi ngambek sama pacarnya gitu. Tapi
mudah-mudahan setelah menerima surat dari presiden, dia jadi sadar dan
nggak gengsi lagi buat minta maaf duluan. Karena gue yakin, presiden
kita adalah orang yang suka ngalah. Daripada hubungan kedua negara jadi
semakin nggak enak, dia lebih memilih untuk mengalah, mencoba mengubungi
Tony Abbot duluan.
Dear Mas Abbot,
Melalui surat ini, saya selaku Presiden RI, ingin mempertanyakan
kejelasan masalah yang saat ini terjadi diantara kita berdua. Terus
terang, saya tidak mengerti tujuan Mas Abbot menyadap telpon saya. Jika
sekiranya Mas Abbot curiga, apa dasar kecurigaan tersebut? Sungguh, saya
tidak mengerti. Selama ini saya selalu baik pada Mas Abbot. Tapi, apa
yang terjadi? Mas Abbot malah memperlakukan saya seperti ini. Saya
capek, Mas. Saya ingin masalah ini cepat selesai. Supaya hubungan kita
menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sekian surat dari saya. Blz Gpl.
Itulah kerennya presiden kita. Dia punya sifat yang rendah hati dan suka
mengalah. Dengan sifatnya itu, masalah antara Indonesia dan Australia
jadi nggak semakin rumit. Dan mungkin akan cepat selesai. Gue pun
berharap demikian. Masalah yang sepele ini kalo bisa nggak usah dibikin
ribet. Kan sayang hubungan baik antara Indonesia dan Australia yang
sudah lama terjalin, jadi rusak cuma gara-gara masalah kecil. Kalo pun
nggak bisa diselesaikan secara damai, sebisa mungkin jangan sampe
terjadi perang, kan bisa ditalak dulu. Abis itu dicerai. Kayak Ayu
Tingting.
Gue masih memantau perkembangan kasus penyadapan ini. Mudah-mudahan
surat dari presiden cepat dibales sama Mas Abbot. Ada rasa penasaran
yang saat ini terus menghantui hidup gue. Rasa penasaran ini lumayan
mengganggu. Saat ini gue jadi sering nonton TV cuma buat mengikuti
perkembangan berita perceraian Ayu Tingting. Eh, maksud gue, mengikuti
berita penyadapan Australia. Semoga rasa penasaran ini segara terjawab.
Dan hubungan antara Indonesia dan Australia tetap baik-baik saja.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komen donk