![]() |
| Investasi |
Tadinya gue sama sekali gak peduli sama yg namanya mencicil investasi,bahkan gue udh pesimis klo investasi itu berhubungan sama tipu menipu bahkan orang2 kaya saja, orang yg keadaan ekonominya menengah kebawah cukup nabung aja lah,ternyata saya salah, pas kemaren gue dapet ilmu banyak dari head of team saya di ELC Consulting yaitu Hermaspuspito( @hermaspuspito ) . Disana gue diterangin semua jenis2 investasi,bahkan untuk pemula juga.
Sebagian dari
kita ketika mendengar kata investasi, seringkali dengan spontan berkata,
“Ah boro-boro berinvestasi, untuk pengeluaran sehari-hari saja masih
pas-pasan…”. Yup, inilah jurus pamungkas yang seringkali keluar dari
mulut kita ketika merespon ajakan orang untuk menabung atau mencicil investasi.
Masih banyak dari
kita yang beranggapan bahwa investasi itu perlu modal yang besar. Jadi
mana bisa kita yang berpenghasilan kecil ingin masuk ranah investasi. apalagi membaca artikel mencicil investasi Mimpi kali ya…! Belum lagi investasi dianggap sebagai hal yang ribet dan
memusingkan.
Sebenarnya ada
tips agar kita tetap berinvestasi meskipun penghasilan kita pas-pasan,
yaitu dengan mencicil. Asal konsisten, mencicil bisa menjadi solusi bagi
kebutuhan investasi kita. Kenapa investasi dikatakan sebuah kebutuhan?
Karena memang kita sangat memerlukanannya untuk menggapai
harapan-harapan di masa depan. Kita tidak boleh lagi berpikir, hari ini
ya hari ini, hari esok ya hari esok, ngapain mikirin hari esok pada hari
ini. Biarlah hari esok kita hadapi di esok hari saja. Memangnya kita
yakin kebutuhan hari esok akan sama dengan kebutuhan hari ini? Bagaimana
dengan biaya pendidikan anak sekolah, biaya beli rumah, dll? Belum
lagi, yakinkah kita akan selalu memiliki kesehatan prima hingga akhir
hayat? Dan sejumlah pertanyaan lain yang menunjukkan bahwa investasi
memang sangat kita butuhkan.
Taruhlah
penghasilan kita memang benar-benar pas-pasan. Bagaimana bisa mencicil
untuk asuransi? Anda tidak perlu gundah. Langkah pertama adalah lihat
lagi apakah kita sudah benar-benar mengalokasikan penghasilan kita ke
tempat yang sesuai? Apa tidak ada yang salah sasaran? Maksud salah
sasaran adalah penghasilan kita diperuntukkan untuk pengeluaran yang
bersifat kesenangan semata, misalkan jalan-jalan ke luar, membeli rokok,
dll. Bagaimana mungkin kita mengutamakan pengeluaran yang bersifat
sekunder bahkan mungkin tersier, sementara kebutuhan primer (investasi)
kita abaikan? Bagaimana mungkin kita sanggup mengelurkan uang 10-20 ribu
untuk membeli rokok yang jelas-jelas akan merusak kesehatan kita di
masa depan, sementara untuk mencicil investasi yang akan bermanfaat bagi masa
depan kita dan keluarga, kita merasa ogah-ogahan. Coba kalau separuh
saja biaya untuk beli rokok dialokasikan untuk investasi, niscaya itu
jauh lebih bermanfaat.
Untuk
berinvestasi,maka tips mencicil investasi secara sederhana kita bisa memulainya dari angka yang kita mampu dan tidak
memberatkan. Misalnya setelah kita hitung ulang pengeluaran per bulan,
ternyata ada uang sisa sebesar 5000 per hari. Maka jangan ragu, segera
simpan uang tersebut di tempat yang aman, yang tidak diketahui orang
lain. Anggap saja sebagai uang hilang. Kalau
kita bisa menyimpan 5000 per hari, maka di akhir bulan kita bisa
mengumpulkan 150 ribu rupiah. Jumlah yang sudah cukup untuk mulai
berinvestasi. Dengan uang ini kita bisa mulai membuka tabungan di bank
(jangan hanya menyimpan di rumah karena seringkali kita tergoda untuk
memakainya. Kalau perlu minta jangan dibuatkan fasilitas ATM untuk
mengurangi keinginan kita memakai uang investasi tersebut). Setelah
jumlahnya mencukupi, kita bisa mulai membuka deposito (minimal 1 juta),
membeli emas logam mulia (bisa per gram, harga sekarang sekitar 500
ribu), reksadana (minimal pembelian awal berkisar 1 juta, pembelian
selanjutnya bisa 200-500 ribu), dsb. Jangan kita hanya puas menyimpan
uang di bank, karena keuntungan yang kita peroleh sangat kecil bahkan
cenderung terus dipotong untuk biaya administrasi, pajak, dll. Karena
hal ini pakar investasi tidak menyebut menabung uang di bank sebagai
salah satu bentuk investasi. Minimal kita membuka deposito (imbal bagi
hasil sekitar 6%), reksadana (keuntungan sekitar 5-15%), emas (angka
kenaikan harga per tahun berkisar 20%), dll.
Yang kita
butuhkan dalam mencicil investasi adalah konsistensi. Jangan sampai
melihat jumlah simpanan per bulan yang ternyata cukup lumayan, kita
tergoda untuk menggunakannnya. Ubah mindset kita bahwa uang tersebut bukan uang kita lagi, melainkan uang yang sudah kita anggap hilang. Kalau sudah begitu kita tidak lagi memikirkannya.
Dengan membaca tips mencicil
investasi, kita telah melakukan sebuah kebaikan karena kita telah
berupaya secara optimal untuk menyiapkan masa depan keluarga, agar jauh
lebih baik. Bukannya ajaran agama kita juga melarang kita meninggalkan
anak cucu kita dalam keadaan miskin? Karenanya ayo mulai mencicil
investasi sekarang juga…!
Home
ijin share yoh
BalasHapussilahkan mas yono, hehe..
BalasHapus