Laman

Jumat, 28 Februari 2014

SEMENJAK ADA SOCMED :(

Sekarang ini hampir semua orang punya akun socmed. Tujuannya pun macem-macem. Ada yang buat pamer, ada yang buat nyari pacar, ada yang buat curhat, bahkan ada juga yang bikin akun socmed tanpa tujuan. Iya. Cuma buat punya-punyaan doang.
Pokoknya orang yang bikin akun socmed cuma buat punya-punyaan doang jangan dicontoh. Itu termasuk dalam ciri-ciri perilaku menyimpang.
Gue cuma punya 1 akun socmed. Twitter dan Facebook. Kenapa gue bilang 1? Karna gue bikin Facebook cuma buat punya-punyaan doang.
Semenjak socmed menjadi tren, peradaban manusia perlahan mulai berubah. Fungsi-fungsi dalam kebutuhan manusia pun semakin bertambah.
Dulu fungsi makanan cuma buat menambah karbohidrat dalam tubuh. Sekarang makanan dijadiin bahan buat menambah koleksi foto di instagram.
Dulu fungsi mobil cuma dijadiin sebagai alat transportasi. Sekarang mobil dijadiin tempat buat foto-fotoan.
Dulu fungsi kamar mandi cuma buat mandi atau buang air. Sekarang kamar mandi dijadiin tempat buat foto-fotoan.
Semenjak ada socmed, citra anak gaul juga jadi semakin jelek. Karena yang gue liat, beberapa orang di socmed cenderung maksa pengen dibilang gaul. Yang akhirnya malah jadi salah gaul.
Dari sekian banyak yang eksis di socmed, ada beberapa spesies yang paling ngeselin:

1. Spesies manusia penuh drama.
Ciri-ciri: ketika moodnya lagi jelek, suka ngetweet atau nulis status bawa-bawa nama Tuhan. You know yang kayak.. "Tuhan, kenapa hidupku seperti ini, Tuhan. Aku udah nggak kuat lagi, Tuhan. Nggak ada lagi yang sayang sama aku. Ambil aku sekarang, Tuhan. Ambiiiiiil!" Orang kayak gitu, pas diambil beneran pasti protes "Tuhan, kok diambil beneran? Aku kan cuma iseng doang. Huft!"

2. Spesies manusia purba.
Ciri-ciri: punya gaya tulisan sendiri. Gede, kecil, angka, kecil, gede, angka. Baca tulisannya kayak baca tulisan di prasasti jaman prasejarah.

3. Spesies manusia salah gaul.
Ciri-ciri: setiap jalan beberapa meter suka check-in di Path. (I'm at blablabla with 145 others) udah gitu, pagi, siang, sore, malem, selalu upload foto selfie dengan pose yang hampir sama. Kepala dimiring-miringin, mulut di manyun-manyunin. Ceritanya mau pose duck face, hasil akhirnya malah kayak soang.

4. Spesies manusia salah asuhan.
Ciri-ciri: suka cerita masalah yang terlalu pribadi. Ada masalah sama keluarganya, marah-marahnya di socmed. Seakan-akan seluruh umat manusia harus tau masalah dia dan keluarganya. Seakan-akan cuma dia yang di dunia ini hidupnya paling menderita.

5. Spesies manusia suka nyinyir.
Ciri-ciri: hidupnya nggak bahagia.
Untuk sekarang ini, gue cuma nyaman sama Twitter. Pernah nyoba socmed lain, tapi nggak ada yang bener-bener cocok. Dulu gue sempet bikin akun instagram. Ternyata isinya cuma orang-orang yang hobi upload foto. Terus gue mikir, gue harus upload foto apaan? Foto gue? Foto temen-temen gue? Foto keluarga-keluarga gue? 

Daripada akun instagram gue nggak aktif, terpaksa gue foto-fotoin corong minyak, kompor, tabung LPG, terus gue upload di instagram. Hasilnya? Nggak ada yang peduli.
Semenjak saat itu gue percaya, nggak bakal ada orang yang peduli sama foto yang lo upload di socmed kecuali lo cewek, dan lo cantik.

Cewek cantik, mau upload foto selfie sehari 15 kali juga orang bakal tetep suka. Hal ini nggak berlaku buat cowok. Mau seganteng apapun, kalo setiap hari selalu upload foto selfie, yang suka ngeliat fotonya mungkin cuma cowok-cowok abnormal.
Seiring berjalannya waktu. Pose selfie semakin kreatif. Dulu, selfie yang paling ngehits adalah foto dari sudut paling atas. Sampe yang keliatan cuma jidat sama ubun-ubunnya doang. Sekarang, pose selfie udah berinovasi. Ada yang selfie di depan cermin, di darat, di dalem air, bahkan waktu itu ada astronot selfie di luar angkasa. Tinggal tunggu aja. Suatu saat pasti ada orang yang selfie di dalem tanah.

Senin, 25 November 2013

Perihal Kasus Penyadapan Australia

Beberapa hari ini ada dua berita yang banyak dibahas di Indonesia. Yang pertama adalah berita tentang Presiden RI dan beberapa menteri yang telpon pribadinya disadap oleh pemerintah Australia. Dan yang kedua adalah berita yang nggak kalah penting, yaitu berita tentang perceraian Ayu Tingting. Di postingan kali ini gue nggak akan ngebahas Ayu Tingting. Gue nggak mau postingan gue kali ini jadi terlihat seperti curhatan ibu-ibu yang setiap harinya haus akan berita gosip. Untuk saat ini, gue lebih tertarik ngebahas berita tentang penyadapan yang dilakukan pemerintah Austaralia. 
Jujur sampai saat ini gue masih bertanya-tanya, kira-kira apa motivasi Australia menyadap telpon pribadi presiden. Gue terus mengikuti perkembangan beritanya. Ternyata, bukan cuma telpon presiden yang disadap. Telpon ibu negera, wakil presiden, dan beberapa menteri juga disadap. Seperti ada sesuatu yang dicari Australia dari Indonesia. Gue yakin itu pasti hal penting. Mudah-mudahan apa yang dicari Australia bukan tentang informasi perceraian Ayu Tingting.
Setelah merenung diatas menara sutet dan melakukan sholat istiqarah, akhirnya gue tau apa motivasi Australia menyadap Indonesia. Ada kemungkinan mereka sedang meneliti sebuah problematika di kalangan pemuda-pemuda harapan bangsa yang dari dulu hingga saat ini masih tetap menjadi fenomena tanpa solusi. Probelamtika itu adalah tentang status kakak-adekan.
Australia menyadap Indonesia untuk melakukan penelitian terhadap fenomena status kakak-adekan yang sering terjadi di Indonesia. Alasannya mungkin karena status kakak-adekan sudah menjadi semacam budaya baru yang dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Hal itu kemudian membuat Australia melakukan penyadapan, dengan tujuan, mempelajari budaya baru yang dimiliki Indonsia supaya kelak budaya tersebut bisa diterapkan di negaranya. Sampai saat ini, itu alasan yang lebih masuk akal ketimbang alasan mencari informasi tentang perceraian Ayu Tingting.
Ya itu sih cuma tebakan gue aja. Karena nggak ada yang tau apa motivasi Australia yang sebenarnya. Bahkan presiden sendiri pun masih belum tau. Beberapa jam yang lalu, gue sempat nonton pidato presiden perihal responnya terhadap kasus penyadapan itu. Ternyata respon presiden adalah "...nanti malam saya akan mengirim surat untuk Tony Abbot (PM Australia)". Ini semakin membuat gue bingung. Bayangin, dua lelaki gagah perkasa, saling kirim-mengirim surat. Malem-malem pula. Entah apa isi surat yang ditulis presiden. Tapi kalo menurut gue, isi surat itu mungkin tentang informasi terbaru mengenai berita perceraian Ayu Tingting.
Setelah penyadapan yang dilakukan Australia terbongkar, Tony Abbot enggan meminta maaf kepada Indonesia. Kayaknya sih dia gengsi buat minta maaf duluan. Ya kayak cewek yang lagi ngambek sama pacarnya gitu. Tapi mudah-mudahan setelah menerima surat dari presiden, dia jadi sadar dan nggak gengsi lagi buat minta maaf duluan. Karena gue yakin, presiden kita adalah orang yang suka ngalah. Daripada hubungan kedua negara jadi semakin nggak enak, dia lebih memilih untuk mengalah, mencoba mengubungi Tony Abbot duluan. 



Dear Mas Abbot, 

Melalui surat ini, saya selaku Presiden RI, ingin mempertanyakan kejelasan masalah yang saat ini terjadi diantara kita berdua. Terus terang, saya tidak mengerti tujuan Mas Abbot menyadap telpon saya. Jika sekiranya Mas Abbot curiga, apa dasar kecurigaan tersebut? Sungguh, saya tidak mengerti. Selama ini saya selalu baik pada Mas Abbot. Tapi, apa yang terjadi? Mas Abbot malah memperlakukan saya seperti ini. Saya capek, Mas. Saya ingin masalah ini cepat selesai. Supaya hubungan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sekian surat dari saya. Blz Gpl.





Itulah kerennya presiden kita. Dia punya sifat yang rendah hati dan suka mengalah. Dengan sifatnya itu, masalah antara Indonesia dan Australia jadi nggak semakin rumit. Dan mungkin akan cepat selesai. Gue pun berharap demikian. Masalah yang sepele ini kalo bisa nggak usah dibikin ribet. Kan sayang hubungan baik antara Indonesia dan Australia yang sudah lama terjalin, jadi rusak cuma gara-gara masalah kecil. Kalo pun nggak bisa diselesaikan secara damai, sebisa mungkin jangan sampe terjadi perang, kan bisa ditalak dulu. Abis itu dicerai. Kayak Ayu Tingting.
Gue masih memantau perkembangan kasus penyadapan ini. Mudah-mudahan surat dari presiden cepat dibales sama Mas Abbot. Ada rasa penasaran yang saat ini terus menghantui hidup gue. Rasa penasaran ini lumayan mengganggu. Saat ini gue jadi sering nonton TV cuma buat mengikuti perkembangan berita perceraian Ayu Tingting. Eh, maksud gue, mengikuti berita penyadapan Australia. Semoga rasa penasaran ini segara terjawab. Dan hubungan antara Indonesia dan Australia tetap baik-baik saja.


Rabu, 11 September 2013

Melakukan Perubahan Untuk Lebih Baik #EverySingleDay [Part 1]

   Belakangan ini saya sering menggunakan Hastag #EverySingleDay pada akun Twitter saya. Berawal dari sharing singkat dengan Team Ednovate pada awal September 2013. Team Ednovate selalu menanamkan sikap untuk Learn – Grow – Share yaitu Setelah kita belajar kita kita menjadi tumbuh lalu kita bisa memberikan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. Lalu apa hubunganya dengan #EverySingleDay ? 
    Terinspirasi dari Team Ednovate yang selalu menanamkan #25MenitSehari untuk membaca buku. Bahkan kami semua dianjurkan mencari sebuah buku refrensi bagus untuk koleksi kantor. Pemandangan yang ada di “little Library” sebutan sebuah perpustakaan mini ala Ednovate cukup banyak di rak dan tertata rapi. Karena buku adalah sumber ilmu dan Informasi, maka bacalah buku sebanyak-banyaknya. Jujur saja saya paling enggan jika dihadapkan oleh sebuah buku yang menurut saya semua buku membosankan. Pengalaman pribadi jika waktu kosong saya dihabiskan untuk membaca buku apa yang terjadi? Ya saya tertidur! 

 
     Saya tergerak untuk melakukan perubahan dalam diri saya, mulai dari hal terkecil sampai yang sangat berat dilakukan oleh diri saya. Sebuah Quotes yang saya abaca di sebuah media yang isinya “Semua orang berpikir tentang mengubah dunia, tapi tidak ada yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri - Leo Tolstoy”. Kemudian saya berpikir kenapa orang-orang merasa dunia ini perlu berubah jika diri kita saja belum berubah. Untuk melakukan perubahan yang sebelumnya jarang saya lakukan bahkan tidak pernah saya lakukan setiap harinya. Saya mencoba untuk melakukan perubahan positif setiap harinya, better than before. Mulai dari bangun tidur, beribadah lebih giat, bahkan melakukan segala sesuatu yang bermanfaat orang lain. Maka dari itu terbentuklah sebuah Hastag #EverySingleDay yang artinya “Setiap hari satu” atau jika diartikan secara luas yaitu melakukan perubahan positif Minimal satu bentuk perubahan positif setiap harinya yang bermanfaat untuk kita. 

    Hal ini semakin menyemangati saya ketika saya belajar Mata kuliah Change Manajemen dari dosen saya, Beliau seslalu berbicara cara pandang kita terhadap suatu permasalahan dan merubahnya sebagai paradigma yang berbeda. Kalau mau perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku. Tapi kalau menghendaki perubahan besar, ubahlah paradigma. Beliau berbicara, jika kita tidak merubah diri kita sendiri kita akan kalah dengan orang-orang hebat, beliau juga berbicara tentang Kognitif , Aplikatif dan Psikomotor. Tidak cukup seseorang mempunyai Intelektual yang bagus namun Sikap atau prilakunya nol atau Skillnya nol. Ini yang membuat saya tergerak untuk melakukan perubahan sikap atau attitude minimal #EverySingleDay


Selasa, 09 Juli 2013

Kelakukan Anak-Anak Pas Jam Tarawih

Dari hasil pengamatan traweh kemaren, gue sedikit memperhatikan tingkah laku anak2 kalo ikut bapaknya atau ibunya sholat traweh di mushola. Salah satu berkah puasa bagi anak-anak adalah jam main ekstra. Ya, di bulan puasa anak-anak jadi bisa keluar malam, yaitu saat jam salat tarawih. Kayaknya, nggak ada orangtua yang bakal ngelarang anaknya untuk pergi ke masjid kan? Niat mereka (anak-anak) sih memang untuk ikut salat tarawih berjamaah, tapi begitu besarnya godaan di jalan, jadilah mereka ‘belok’ malah bertemu teman-teman dan bermain. :(
 Udah gitu, karena waktu tarawih itu nggak lama-lama amat, jadi anak-anak selalu mikir untuk memaksimalkan waktu dan main sepuasnya. Maklum, setelah jam salat tarawih mereka harus sudah di rumah lagi. Setelah menunaikan ibadah yang wajib, yaitu salat Isya, mereka langsung keluyuran keluar masjid. Sepengamatan kami inilah beberapa kelakuan anak-anak di saat salat tarawih:


Salat Sambil Ngobrol
Ada beberapa tipe anak-anak dilihat dari cara bermainnya saat salat trawih, ada yang main di luar masjid ada juga yang main di dalam masjid. Yang main atau ngobrolnnya sambil shalat. Hal ini sering banget bikin orang dewasa sebel. Ada yang sebel karena merasa terganggu ada juga yang sebel karena merasa iri. Enak banget salat bisa sambil ngobrol, belum dosa pula sedangkan gue gak boleh hehe..

Ya, begitulah anak kecil. Berangkat tarawih dari rumah keliatannya serius, pakai baju koko atau malah gamis tapi pas salat tetap ngobrol atau sikut-sikutan sama teman di sebelahnya. Yang diomongin juga beragam, mulai dari nanya udah rakaat keberapa, ejek-ejekan, sampai ngebahas film kartun. Satu-satunya bacaan salat yang mereka ikuti adalah bagian “Amiiiiinn”-nya doang. Kalo pas bagian nggak tau (sebagian besar) tinggal “wasyuwisyuisssuissuissuisss”...

Perang Sarung
Ya, selain sebagai alat shalat, sarung juga bisa menjadi ‘senjata’. Kalau digulung-gulung dan diikat sedemikian rupa sarung bisa jadi semacam pecut. Itulah mengapa sarung juga bisa dipakai sama anak-anak untuk main perang sarung. Mereka berperang dengan saling adu sambit menggunakan sarung. Keliatannya sih memang biasa aja, tapi sebenarnya kalau kena sambitannya sakitnya bukan main. Itulah mengapa biasanya perang sarung baru akan berhenti kalau ada anak yang nangis... atau minimal sampai merbot masjid yang galak ngamuk.

Perang Petasan
Bagi anak-anak, bulan puasa adalah bulannya petasan. Cuma di bulan puasa mereka bisa mudah mendapatkan petasan dan bisa memainkannya. Selain bawa sarung, uang jajan dan buku agenda Ramadhan biasanya anak-anak juga bawa petasan sama korek di dalam kantongnya. Selesai shalat, mereka memulai aksi. Satu per satu anak ngumpul di depan masjid lalu perang petasan pun dimulai. Biasanya yang perang itu antara kampung satu sama kampung lainnya, biasanya sih seberang-seberangan.

Perang petasan juga ada jenisnya. Pertama, perang dalam artian sebenarnya, yaitu saling lempar petasan kayak dua kelompok tentara perang geranat. *serem abis Nah jenis ini gak dianjurkan untuk dilakukan. Bahaya! Jenis kedua adalah perang petasan yang cuma meledakkan petasan dan melihat efek dari berbagai petasan bareng-bareng. Anak-anak juga senang pamer kalau dia punya petasan jenis yang nggak biasa kayak petasan kentut, petasan tawon, jangwe, atau petasan tempe.

Main Kejar-Kejaran
Kalau udah bertemu dengan mahkluk sesamanya, anak kecil juga doyan main kejar-kejaran. Bentuk mainan kejar-kejarannya juga beragam banget. Ada yang main  bentengan, polisi-polisian, umpet2an, atau sekadar kejar-kejaran karena iseng. Anak-anak yang umurnya masih di bawah lima tahun malah kadang main kejar-kejarannya di dalam masjid, tanpa memedulikan jamaah yang lagi shalat.

Yang namanya anak-anak, pasti kejar-kejarannya juga nggak mungkin tanpa suara alias sambil ketawa-tawa tanpa memperhatikan volume suaranya. Pokoknya, kalau udah main kejar-kejaran dunia serasa milik mereka doang.

Mengacak-Acak Sandal
Nah ini, Biasanya anak yang melakukan ini adalah anak badung. Saat yang orang-orang dewasa lagi pada salat anak-anak keluar dan mengacak-acak sandal sambil cekikan. Saat salat tarawih selesai para Jemaah jadi sibuk nyari sendalnya yang udah nggak ada di tempat semula dan berpencar-pencar antara yang kanan dan yang kiri.

Kelakuan-kelakuan tersebut memang kadang menyebalkan, tapi kalau dipikir-pikir lagi tanpa adanya kelakuan anak-anak itu, kayaknya salat tarawih kita jadi sepi banget, apalagi pas hari keberapa belas puasa. Walau nyebelin, tapi masa kecil itu memang selalu ngagenin. Ya.. namanya juga anak-anak. Mungkin gue kjuga dulunya kaya gitu hehehe...

Selasa, 02 Juli 2013

Berlindung Di Balik Insya Allah

Banyak orang Indonesia yang terdidik untuk susah nolak. Gak enak hati, takut nyinggung. Tapi jadinya ngasih jawaban menggantung: nolak nggak, mengiyakan juga nggak. Ini bukan cuman soal jadian, ya? Berlaku umum, terutama kalau diajak datang ke acara orang.


Saking susah nolaknya, ada aja yang kalau diajak, ”Nanti dateng, kan?” Jawabnya,  ”Insya Allah.” Padahal sebenarnya gak mau. Itu kan ngaco.

Insya Allah itu maknanya ”atas seizin Allah.” Berarti kita harus berusaha sekuat tenaga untuk datang. Kalau tetap nggak bisa--misalnya karena kerjaan belum beres, mobil mogok, atau mendadak amnesia--itu baru nggak apa-apa. Kita udah berusaha sayangnya belum diizinkan. Tapi bukan karena kitanya nggak mau. Itu sih kitanya nggak berani menolak malah berlindung dengan menggunakan nama Allah.

Itu kayak kita minta izin ke orangtua, ”Malam ini boleh ke GBK nonton konser, gak?”

”Boleh.”

Terus kita malah tidur semalaman. Besoknya saat ditanya, ”Kok lu gak dateng, men?”

”Iya nih. Padahal gue udah minta izin. Berarti ortu gak ngebolehin.” Emang nggak niat datang itu sih. Saya curiga kalau orang-orang seperti ini merancang Facebook, di tiap Invitation pasti jawabannya berubah. Untuk pertanyaan: "Will you attend?" pilihannya jadi "Yes", "No", dan "Insya Allah".

Yang bikin saya heran, kenapa kalau status nggak jelas disebutnya "ngegantung", ya? Orang kalau dihukum gantung, misalnya, itu statusnya udah jelas banget deh. Gak ada hakim yang bingung, ”Aduh, ini orang bersalah apa nggak, ya? Ya udah, kita gantung aja dulu, gimana? Kalau masih hidup, berarti bukan dia pembunuhnya.” *hakimnya labil

Intinya, lain kali ada temen yang ngajak, ”Malem ini nongkrong di WC, yuk? maksudnya di Cafe” dan kita males, ya jawab yang tegas, ”Gue gak ada rencana lain sama sekali, tapi daripada cuman duduk bareng ngedengerin lu curhat mengenai gagal ngegebet cewek yang itu-itu juga, padahal lu sama sekali gak ngegebet, cuman ngecengin dari jauh, nyapa hai aja boro-boro, *siapa tuh
mendingan gue nyante di kamar, dengerin musik atau baca buku.”

Dia paling bakal menatap kita kayak Puss in Boots, ”Jadi lu mau dateng nggak?”

Dan kita pun menjawab, ”Insya Allah.”

Senin, 24 Juni 2013

Misteri Tentang Hal-Hal Yang Tiba-Tiba Muncul

Gue terinspirasi dari nyunyu nih, Kalian pasti tau kan kisah tentang Roro Jongrang yang minta dibuatin seribu candi dalam satu malam? Nah, Belakangan ini gue  lagi merhatiin fenomena di keseharian kita yang kejadiannya mirip-mirip sama kisah si Roro Jongrang dengan candinya ini nih. Gak pernah tau kapan bikinnya atau datengnya, eh tau-tau udah ada alias udah jadi aja. Apakah mungkin dibantu dengan kekuatan yang tak terlihat oleh mata telanjang? Sungguh misterius, *kumis tidak serius. (gak rata tumbuhnya)

1. Mini Market
Ini menurut Gue yang paling sering kejadian nih, ajaib banget. Padahal hampir tiap hari lewat jalan yang sama terus kalo mau ke Kantor atau Kampus, eh tau-tau aja pas lewat lagi tiba-tiba udah berdiri bangunan mini market, kaya misalnya Sepel, Ceka, dan sejenisnya di pinggir jalan. Ini cukup menarik, dan bikin penasaran. Mungkinkah mereka minta bantuan jin juga buat membangun mini market? Jin lepis (?). *krik..krik..

2. Konstruksi Tower Crane
Pada tau kan besi-besi panjang gede yang ada di proyek pembangunan gedung bertingkat yang di pinggir-pinggir jalan? Itu namanya tower crane. Pernah gak ngeliat tower crane yang gedenya segede panjang menara masjid bahkan lebih ketika lagi dipasang? Pasti gak pernah. Pasti pernahnya tau-tau aja tuh tower crane udah ada dan kepasang gagah di atas konstruksi bangunan, padahal kemaren lewat situ belum ada tuh. Kalo dipikir-pikir itu tower crane segede gitu pasti kan susah masangnya di lahan Jakarta yang sempit. Ajaib, apakah mereka mendapat bantuan (?)

3. Tukang Parkir
Buat loe-loe yang bawa kendaraan pribadi, pasti sering ngalamin kejadian yang kaya gini. Abis parkir di pinggir jalan entah abis makan atau abis ngapain, pas mau cabut tau-tau udah ada aja tukang parkir yang nongol menghadang motor gue. Padahal sebelumnya pas parkir tuh gak ada siapa-siapa, eh tau-tau aja dia nongol lengkap dengan periwitan. Kadang suka kepikiran jangan-jangan tukang parkir yang kaya gini punya ilmu khusus bisa menghilang dan muncul dengan cepat, dan emang kayanya jenis tukang parkir yang kaya gini tuh bukan sembarangan orang alias Ninja (?)

4. Ojek Payung
Ojek payung juga misterius kemunculannya, tiba-tiba aja gitu berbarengan sama ujan turun langsung nongol bocah-bocah kecil lepek bawa-bawa payung, ngerasa aneh gak sih? Padahal sebelumnya sepenglihatan mata gak ngeliat ada anak kecil sama sekali, apalagi nenteng-nenteng payung. Jadi inget cerita tentang sebenernya bocah-bocah kecil yang jadi tukang ojek payung itu aslinya adalah tuyul-tuyul yang tinggal di dalam gedung-gedung besar dan ramai, menyamar menjadi anak manusia. Percaya gak percaya? Jangan percaya lah. (?)

5. Batu Buat Tawuran
Ini yang paling bikin super-super penasaran, DARI MANA ASALNYA BATU YANG DIPAKE LEMPAR-LEMPARAN SAMA ORANG-ORANG YANG LAGI TAWURAN? Kalo lagi nonton berita tentang tawuran di tv, mau tawurannya di tengah kota kek, di tengah sawah kek, di dalem kampus kek, selalu aja kalo lempar-lemparan batu gak pernah berhenti. Kayanya banyak banget tuh batu gak abis-abis. Itu batu apa cobaan, gak abis-abis. (?)

6. Duit di Kantong
Pasti pernah kan pas pake celana terus masukin tangan ke kantong terus dapet duit? Nah, sama, gue juga bingung itu duit datangnya dari mana ya? Ada yang bisa jawab?




Minggu, 02 Juni 2013

Seandainya Nyokap Punya BB

Gue pikir setelah merasakan seperti hidup kembali gue bakal baik dan aman dalam menghadapin kehidupan, eh.. nggak taunya gue makin banyak melihat hal-hal absurd di muka bumi ini. Dari kemarin gue melihat mahluk alien, ya...perkumpulan kaum alay nongkrong-nungging di emperan mall dan jalan-jalan raya, dengan aksesoris penuh..penuh nutupin muka mereka, Dan yang paling keren adalah rambut mereka warna-warni mirip banget dengan lolipop yang dijualin di warung-warung. Gue berfikir apakah mereka ini ngefans sama power rangers ya atau mereka ketiban cat, seperti di iklan-iklan itu. Hmm... gue makin merasa bahwa mata batin gue telah dibuka, sehingga gue bisa lebih dekat menyaksikan kaum alay. Secara gak sadar pasti lo mulai bertanya-tanya kenapa tulisan gue gak nyambung dan tidak sesuai dengan judulnya?hahaaa..

Lanjut
Sebenernya gue lagi ngebayangin kalo tiba-tiba nyokap gue beli hape Blackberry. Karena beberapa waktu yang lalu nyokap bilang gini
Nyokap : Mama kayanya mau beli Blackberry
Gue : Buat apa sih, kaya anak muda aja ma..!!
Nyokap : Ya temen-temen mama pake Blacberry, kan mama jualan makanan, jadi klo pesen sayur atau lauk gtu kan gampang, ntar tinggal foto gambar makannya trus dikirim ke temen mama masih ada pa gak?
Gue :  -____-!

Gue gak kebayang klo emang nyokap bener2 beli blackberry, hanphone yang dibilang Smart itu, Pasti nyokap akan ikutan autis dan meninggalkan kewajibanya sebagai istri dan ibu, pasti jadi males nyuci, males ngepel, lupa masak, omegoottt....
klo lupa masak pasti gue akan makan di luar tiap hari dan akan menghabiskan uang saya pemirsa!! 
 
Gue mau sedikit berhalusinasi kalo nyokap gue udah kecanduan Blackberry Mesenger 
 
Dirumah gue gak pernah ada makanan. Yang ada dirumah yang tersisa hanyalah kue-kue ringan khas lebaran...*woi bagi ketupatnya dong. Sebagai manusia yang normal, gue butuh karbohidrat yang wajar yaitu nasi. Nah, anehnya itu ibu gue udah beberapa hari ini nggak masak nasi atau pun lauk pauk, munculan kecurigaan dalam hati gue...apakah ibu gue lagi nuruni ilmu putih pada anak-anaknya? Atau nggak ngetes anak-anaknya untuk membiasakan untuk berpuasa lebih dari 30 hari ? *makin nggak jelas. Oh ya, gue anak ke-2 dari 2 bersaudara, Kakak gue kerja di salah satu perusahaan di Jakarta
 
Oke, kembali ke persoalan...
Interview gue dengan ibu saya sendiri
Gue : Mah, aku laper... kenapa nggak masak-masak sih ? *memelas
Ibu : Nanti Mamah lagi sibuk nih.... ! *mencet-mencet BB barunya sambil tiduran
Gue : Ya elaaaa...emang sibuk apa sih ? *agak kesel
Ibu : Ya... sibuk ngurusin temen-temen BBMan Mamah nih, semuanya pada ngajak chat....
Gue : Haaaaaah..., laperr...laperrr *merengek
Ibu : Oke, Mamah  ganti PM (personal message) dulu ya...
Gue : Emang ganti apa mah? 
Ibu : Masak dulu buat anak tersayang...
Gue : dalem hati | Ya ampun ibu gue sudah menjadi bener-bener gaul deh *senyum setengah ikhlas 
Gue inget, kenapa ibu gue jadi kpengen beli BB. Ini berawal sewaktu tante gue minta buatin twitter sama gue, Jadi setelah gue buatin twitter tante gue itu, Nyokap minta bikinin Twitter, oh gak ini hanya pikiran gue aja. Coba kalo nyokap punya twitter kurang lebih update-an tweetnya seperti di bawah ini..
Ambil gaji dulu di kantor....
Nyuci baju akh...
Hari ini marahin anak dulu, besok baru anak orang !


Manusia itu memang harus fleksibel artinya ikut dengan perkembangan zaman, ya niat gue untuk ngebikin ibu gue nggak gaptek mungkin berhasil , tapi banyaklah khawatirnya aja dibanding sukanya. Gue takut ibu gue nanti bisa memonitoring kehidupan gue kapan pun dan dimana pun, apalagi gue lagi pdkt sama cewek yang gue taksirin. Pikiran gue seperti ini, kalo gue lagi jalan gitu, tiba-tiba dapet BBM dari ibu gue, isinya gini..
Cemunguuuuuuddhhhh Eeeeaaaaa, Kaakakakkkkk ! 
Kalo begitu jadinya semangat kagak, yang ada gue ilfeel banget, buyar deh mood untuk pdkt sama si doi. Haaa... bener-bener khawatir gue rasanya. Apalagi kalo seandainya gue lagi asyik twitteran sambil boker, eh dapet mention dari ibu gue..
Jangan lupa diserem,  bersihkan sampe bersih !
Makin ngenes daaah hidup gue. Ya..sebagai anak yang baik gue hanya bisa berharap semoga prasangka gue ini hanyalah fikiran semata, tapi gue juga mesti persiapin mental dan batin.
Apa ini prasangka gue aja kali yang berlebihan terhadap nyokap, semoga aja gak bakalan kejadian kalo nyokap gue beli BB :)